Budidaya Ikan Nila

4 Tips Budidaya Ikan Nila agar Untung Besar

Ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan saat memilih membudidayakan ikan nila. Bagi yang baru ingin memulai, sebaiknya perhatikan penjelasan yang akan dijelaskan. Setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan yaitu:

1. Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Nila

Sebenarnya ikan nila bisa dibudidayakan di beberapa media pilihan. Bisa berupa kolam tanah, semen, atau akuarium. Na un pengembangan ikan nila pada media terpal dinilai paling aman.

Hal ini karena nantinya akan lebih memudahkan saat proses panen. Berikut ini adalah poin-poin penting saat memilih tempat yang tepat untuk membudidayakan ikan nila:

  • Pertama, Anda harus memilih lokasi yang memudahkan untuk memantau nilai kolam ikan setiap saat. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa lebih maksimal saat melakukan perawatan.
  • Jika memilih kolam terpal, yang terbaik adalah memastikan tidak ada gulma, atau pohon besar di sekitarnya. Hal ini dikarenakan rumput dan pepohonan dapat menghambat pembuatan tambak nila dari terpal.
  • Sangat disarankan untuk memilih lokasi kolam yang bernilai dengan pencahayaan yang baik. Iradiasi yang baik ini akan membuat ikan nila lebih sehat karena sirkulasi cahaya yang cukup.

2. Pembuatan Media Budidaya Ikan Nila

Pembuatan kolam ikan nila paling sempurna menggunakan media kolam terpal. Media ini menggunakan cukup banyak dan terbukti lebih baik dari media lain. Untuk itu langkah-langkah membuat media kolam ikan nila dari terpal akan dijelaskan dibawah ini:

  • Coba gali tanah sedalam 70 cm. Setelah itu tanah diratakan.
  • Letakkan batu bata di dasar galian dengan ketinggian yang rata. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengisian dan pengecekan air nantinya.
  • Di tiap sisi buat semacam tanggul. Tanggul ini digunakan agar terpal lebih kuat dan tidak cepat pecah.
  • Kemudian mulailah dengan memasang terpal. Jangan lupa juga untuk memberi beban pada ujungnya. Hal ini dilakukan agar terpal nantinya tidak mudah bergeser.
  • Jangan lupa membuatnya untuk sanitasi yang baik. Sehingga proses pembersihan kolam akan lebih mudah.
  • Terakhir, isi kolam terpal dengan air.

3. Pemilihan Bibit Budidaya Nila

Kemudian segera lakukan pembibitan. Sebelum proses ini, pemilihan benih unggul mutlak diperlukan. Bisa didapatkan langsung dari indukan nila, atau membelinya di sejumlah pasar atau koperasi ikan. Untuk menentukan apakah suatu nilai benih lebih unggul sebenarnya dapat ditentukan dengan melihat ciri-cirinya yaitu:

  • Warna bibit berubah warna dengan jelas. Ukurannya kurang lebih 12 cm.
  • Bibit terlihat gesit dan tidak ditemukan cacat fisik.
  • Pastikan untuk memilih benih yang warnanya sama satu sama lain. Setiap benih memiliki berat kurang lebih 30 gram.

4. Proses Penebaran Benih

Bisa dikatakan proses ini paling penting saat membudidayakan ikan nila. Meski ikan nila dikenal memiliki tubuh yang kuat, namun penebaran benih ini tidak boleh sembarangan. Jika perlu, lakukan langkah-langkah penyebaran benih seperti di bawah ini :

  • Siapkan wadah, bisa ember atau wadah berukuran sedang. Isi dengan air bersih, hingga air bisa mengisi sekitar setengah dari wadah.
  • Masukkan benih unggul ke dalam wadah. Tunggu beberapa saat, kira-kira sampai kurang lebih 10 menit.
  • Setelah 10 menit, isi kembali wadah dengan air tambak yang akan digunakan ikan nila hidup. Isi sampai wadahnya penuh dan tunggu 5 menit lagi. Hal ini dilakukan agar ikan nila tidak stres saat dilepas ke kolam.
  • Setelah 5 menit berlalu, segera keluarkan bibit yang berada di wadah tersebut ke dalam kolam. Sebarkan perlahan.

Sebenarnya, Anda bisa menabur benih sebanyak mungkin ke dalam kolam. Namun alangkah baiknya jika satu kolam dibatasi hingga 100 ekor ikan. Ini berguna agar ikan nila bisa berkembang lebih leluasa (tidak terlalu ramai).