Kaviar atau Telur Ikan Sturgeon

Diposting pada

Apakah anda pernah dengar ikan Sturgeon? Ikan ini termasuk dalam ikan purbakala. Berdasarkan kabar burung, ikan ini sudah ada sejak era jurasik. Di era itu, Dinosaurus merupakan penguasa. Bahkan, sebuah institute didirikan hanya untuk mempelajari bagaimana kehidupan ikan yang satu ini.

Tidak main-main, ikan Sturgeon disebut mampu mempunyai telur yang sangat mahal. Seseorang yang mampu mendapatkan telurnya bisa mendulang emas, karena harga telurnya per kilo saja bisa dijual hingga 50 juta rupiah. Telur ikan tersebut dinamai Kapiar, atau Kaviar. Peminat telur ini pun tidak sedikit. Tidak heran jika banyak manusia yang mulai memburu ikan tersebut semakin intensif. Cara apapun dilakukan, termasuk untuk merusak lingkungannya. Dampaknya, populasi ikan ini pun terus menurun.

Ikan Sturgeon selain memiliki daya jual yang begitu tinggi, terutama untuk telurnya adalah salah satu ikan yang hanya bisa ditemukan di bagian utara bumi. Hingga saat ini, ikan tersebut hanya bisa ditemukan hingga lebih dari 27 jenis atau spesies, enam jenis ditemukan di Laut Caspia serta sungai disekitarnya.

Ikan Sturgeon
Ikan Sturgeon

Kaviar atau Telur Ikan Sturgeon

Laut Caspia adalah tempat dimana ikan Sturgeon bisa menghasilkan Kaviar terbesar. Dari hasil data yang ada, di Laut Caspia ikan tersebut mampu menghasilkan hingga lebih dari 90% Kaviar dari hasil di dunia. Walaupun Laut Caspia adalah danau terbesar di dunia, tetapi Caspia mengandung garam 12 per mil dan terletak 26 km di bawah permukaan laut bebas, sehingga masih disebut Laut. Sayangnya, penangkapan liar, penangkapan berlebihan, pembangunan dam sungai ke arah Laut Caspia, faktor lingkungan yang berubah termasuk pencemaran atau juga kerusakan tempat pemijahan sebab erosi dan pengerukan pasir serta batu dari dasar sungai menjadi alasan utama mengapa populasi Ikan tersebut mulai menurun di Laut Caspia.

Ikan Sturgeon mampu menghasilkan Kaviar hingga 60 sampai 80 kilogram. Hal ini disebabkan ikan tersebut memiliki bobot hingga mencapai 800 kilogram. Ikan ini hanya hidup di air laut, dan akan berpindah ke hulu sungai ketika sedang bertelur. Saat ini, Kaviar yang terbaik adalah yang dihasilkan di Iran dan Rusia.

Terdapat empat jenis Kaviar yang ada di dunia. Beluga adalah Kaviar yang paling mahal dan terbaik di dunia yang sebagian besar dari Rusia. Telur ini dihasilkan dari Sturgeon yang memiliki bobot hingga 800 kilogram. Beluga adalah jenis Kaviar yang tampak seperti butiran telur dengan warna abu-abu kehitaman. Sevruga adalah Kaviar yang sedikit lebih murah yang sering didatangkan dari Iran. Kaviar ini didapat dari ikan yang lebih kecil mulai dari 60 sampai 100 kg bobotnya. Bentuknya lebih kecil dan berwarna lebih hitam dari Beluga. Kemudian, ada juga kaviar Ossetre yang disebut juga sebagai Golden Caviar karena warnanya yang kekuningan. White Caviar adalah jenis terakhir dengan warna putih. Caviar ini jarang ditemukan karena memang dari jenis albino yang mulai langka. Golden Caviar dan White Caviar adalah menu yang paling sering dihidangkan pada masa Syah Iran.

Mengambil Kaviar dari Sturgeon cukup mudah. Setelah ikan ditangkap, perut ikan dibuka dan telur diambil. Telur direbus di air yang sudah dicampur garam. Jika sudah matang, telur dimasukkan dalam kaleng yang sudah disterilisasi untuk memusnahkan bakteri. kaviar yang disajikan harus dimakan ketika masih segar. Kaviar juga termasuk dalam menu hidangan yang begitu mahal, karena dihasilkan dari ikan langka. Di Eropa, Kaviar disajikan dalam berbagai bentuk menu seperti scrambled eggs, pancake, atau lainnya. Vodka menjadi minuman sempurna untuk melengkapi Kavier.