10 Bentuk Kerusakan Laut dan Cara Menanggulanginya

By | 02/03/2022
Bentuk Kerusakan Laut

Ikan.info –  Bentuk Kerusakan Laut – Laut merupakan sumber daya alam yang berpotensi untuk kesejahteraan manusia. Jika tidak dirawat, kekayaan laut akan rusak dan kerusakan laut perlu diatasi dengan berbagai cara. Seperti yang kita ketahui bersama, negara kita adalah Indonesia, menurut koreksi PBB tahun 2008, Indonesia merupakan negara pantai terpanjang keempat di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Kanada dan Rusia.

Garis pantai Indonesia tercatat sepanjang 95.181 km. Pantai merupakan bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terletak di wilayah pesisir laut. Wilayah pesisir merupakan batas antara perairan darat dan laut. Panjang garis pantai ini diukur di sekitar seluruh pantai yang merupakan wilayah teritorial suatu negara.

Garis pantai merupakan batas antara laut dan daratan pada saat pasang tertinggi. Garis laut dapat berubah karena abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh dampak gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya luas daratan. Untuk mengatasi abrasi/gerusan garis pantai dari gelombang/gelombang dapat digunakan pemecah gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang.

Mangrove dapat membantu mengatasi ombak dan sekaligus bermanfaat bagi kehidupan satwa dan tempat berkembang biak ikan tertentu.Terumbu karang juga merupakan pemecah gelombang alami, sehingga perlu  dilestarikan dan dikembangkan untuk menjaga garis pantai.

Indonesia juga merupakan negara kepulauan. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar karena memiliki lebih dari 18.000 pulau, sehingga Indonesia memiliki banyak pantai dan laut. Luas wilayah laut berdaulat adalah 3,1 juta km2 dan wilayah laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta km2.

Bentuk Kerusakan Laut Dan Cara Mengatasinya

Bentuk Kerusakan Laut

Aktivitas manusia telah banyak menyebabkan terganggunya komposisi zat-zat di alam. Tidak hanya udara dan darat, termasuk kondisi laut. Ketidakseimbangan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara individu maupun dalam klaster industri.

Beberapa pencemaran skala besar yang paling sering menjadi masalah bagi laut adalah tumpahan minyak, pencemaran plastik, dan pembuangan ke laut. Ketiganya, selanjutnya, dapat memiliki peran besar dalam perubahan iklim yang juga akan berdampak besar pada alam, termasuk lautan.

Kerusakan seperti berkurangnya keanekaragaman hayati laut per tahun, perubahan bentuk fisik hewan laut, dan naiknya suhu laut juga menjadi perhatian sejumlah kalangan. publik. Belum lagi kerusakan terumbu karang yang muncul akibat beberapa proyek, seperti reklamasi pantai, yang mengundang banyak penolakan dan simpati masyarakat.

Bentuk Kerusakan Laut

A. Abrasi

Adalah proses pengikisan pantai oleh kekuatan gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi juga dikenal sebagai erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai. Meski abrasi bisa disebabkan oleh gejala alam, manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

B. Kerusakan terumbu karang

Merupakan kelompok hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae Terumbu karang termasuk dalam filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut polip.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, karang terdiri dari polip putih tunggal yang memiliki tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di atas dan dikelilingi oleh tentakel.

C. Polusi Air Laut Polusi Air Laut

Adalah perubahan keadaan air laut akibat aktivitas manusia. Laut merupakan bagian penting dari siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air, juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai fungsinya sangat membantu kehidupan manusia.

KONDISI KERUSAKAN LAUT

Selama bertahun-tahun orang tidak peduli dengan pencemaran laut karena volume air laut yang besar, dan kemampuannya untuk mencairkan segala macam zat asing sehingga hampir tidak menimbulkan dampak sama sekali.

Oleh karena itu, laut dianggap sebagai tempat pembuangan sampah. Pandangan itu mulai berangsur-angsur berubah. Hal ini antara lain disebabkan oleh semakin banyaknya limbah yang dibuang ke laut dan dalam konsentrasi yang tinggi, sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan dalam skala lokal.

DAMPAK KERUSAKAN LAUT

Berbagai dampak akibat kerusakan di laut antara lain :

  • Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat terutama karena adanya senyawa toksik dari komponen minyak bumi, jika jumlah fitoplankton berkurang maka populasi ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya akan berkurang.
  • Padahal keberadaan biota laut khususnya ikan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein penduduk.
  • Terjadi penurunan populasi alga dan protozoa.
  • Biota laut, terutama berbagai jenis ikan, akan mengalami keracunan. Kerusakan biologis di laut.
  • Perubahan estetika di laut.
  • Menurunnya tingkat pendapatan nelayan.

Cara Mengatasi Kerusakan Laut

Adapun cara penanggulangan kerusakan di laut adalah sebagai berikut :

  • Penanaman pohon mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi dan juga sebagai tempat berkembang biak ikan.
  • Pembakaran in-situ, yaitu pembakaran minyak di permukaan laut, sehingga kesulitan memompa minyak dari permukaan laut menjadi lebih mudah.
  • Bioremediasi, yaitu proses daur ulang semua bahan organik.
  • Minyak pencuci, yang membersihkan lautan minyak yang tumpah.’
  • Penangkaran terumbu karang agar terumbu karang semakin banyak, sehingga kondisi bawah laut menjadi indah kembali.

CARA MENCEGAH KERUSAKAN LAUT

Adapun cara-cara pencegahan kerusakan di laut adalah sebagai berikut :

  • Jangan membuang sampah ke laut atau pantai.
  • Jangan membuang jangkar di pantai, karena pantai ini dihuni oleh terumbu karang.
  • Jangan menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan.
  • Jangan merusak terumbu karang dengan mengambilnya untuk dikoleksi.
  • Jangan menggunakan pestisida buatan, sejauh apapun pertanian dari laut, residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut juga.
  • Tidak melakukan penambangan dengan merusak ekosistem laut.

Solusi

Adapun solusi untuk mengatasi kerusakan laut yaitu :

  • Memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui pentingnya menjaga ekosistem di laut.
  • Melaksanakan rehabilitasi atau penghijauan hutan bakau (mangrove), restorasi terumbu karang, penataan ruang pulau-pulau kecil secara terpadu.
  • Penataan dan perlindungan daerah tangkapan ikan lokal.
  • penataan dan pengendalian penambangan pasir pantai