Pembesaran Ikan Lele Dumbo Pada Kolam Terpal Untuk Pemula

Diposting pada

Banyak peluang bisnis yang cukup menguntungkan, namun masih di pandang sebelah mata. Salah satunya adalah bisnis peternakan lele. Padahal prospek bisnis dari ikan berkumis ini cukup menjanjikan, selain itu kebutuhan pasar akan stok ikan lele termasuk tinggi. Mulai dari gerai supermarket sampai pasar tradisional menjadi lahan basah dalam pemasaran ikan lele.

Mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi dengan warung pecel lele. Ya, pecel lele umumnya menjamur dipinggiran jalan baik di kota besar maupun di desa yang biasanya menjajakan dagangannya pada malam hari. Pernahkah terfikir berapa kebutuhan ikan lele untuk setiap warung pecel lele tersebut?, belum lagi warung-warung makan lain yang hampir sebagian besar memiliki menu berbahan utama ikan lele. Sudah terbayangkan potensi dari bisnis budidaya ikan lele.

ternak lele dumbo di kolam terpal

Ikan lele adalah salah satu ikan yang cukup populer dibudidayakan untuk tujuan komersil. Beberapa alasan yang membuat peternak begitu menyukai ikan lele untuk dibudidayakan adalah:

  • Ikan lele mampu bertahan pada sumber air yang terbatas.
  • Dapat dibudidayakan pada lahan terbatas dengan padat tebar yang tinggi.
  • Teknis budidaya ikan lele yang mudah dipelajari.
  • Permintaan pasar stabil dan pemasaran cukup mudah.
  • Modal memulai budidaya ikan lele relatif terjangkau
  • Ikan lele termasuk ikan yang memiliki kandungan gizi tinggi.

Budidaya Lele Kolam Terpal

Jika anda tertarik dalam memulai usaha peternakan lele, tak perlu repot memikirkan lahan yang luas, pembangunan kolam yang besar-besar dll. Anda dapat memulai nya dengan menggunakan kolam terpal sebagai media beternak lele. Budidaya lele kolam terpal banyak dipilih karena selain ekonomis, juga bisa dilakukan pada lahan terbatas.

Kelebihan Penggunaan Kolam Terpal Pada Budidaya Lele

Kolam terpal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan jenis kolam lain seperti kolam tanah dan kolam beton. Salah satu keuntungan dari kolam terpal adalah dapat dilakukan pada lahan yang terbatas seperti pekarangan rumah. Selain itu kolam terpal juga memiliki beberapa keuntungan lain seperti:

  1. Terhindar dari predator dan hama.
  2. Terdapat pengatur volume air untuk mengontrol dan memudahkan pergantian air.
  3. Dapat dilakukan pada usaha skala kecil maupun skala besar.
  4. Lele hasil kolam terpal relatif lebih bersih dan tidak bau tanah.
  5. Tidak merusak lahan tempat dibuatnya kolam terpal, karena tidak perlu menggali seperti kolam lain.
  6. Pembuatan kolam relatif lebih murah.

Persiapan Kolam Terpal dan Bibit Lele 

Persiapan Kolam Terpal

Hal pertama ketika akan menggunakan kolam terpal adalah memastikan kolam sudah terbebas dari sisa zak kimia yang menempel pada terpal. Caranya, bagian dalam terpal dapat dicuci menggunakan sabun untuk menghilangkan bau serta zat kimia yang masih tersisa. Setelah itu terpal dibilas dengan air hingga benar-benar bersih dan keringkan. Zat kimia yang terdapat pada lapisan terpal cukup berbahaya bagi kelangsungan hidup bibit lele, maka pastikan terpal benar-benar bersih sebelum digunakan.

Terpal yang sudah dibersihkan dan dikeringkan selama satu hari, selanjutnya diisi dengan air setinggi 20 cm. Lalu lakukan penghijauan air dengan cara memberi daun singkong, daun pepaya atau daun talas dan diamkan selama seminggu. Fungsi penghijauan air untuk mencegah bau pada air kolam sehingga tidak perlu dilakukan pergantian air nantinya.

Memasukan Bibit Lele Pada Kolam

Bibit yang digunakan adalah bibit lele dumbo berukuran  6-8 cm. Untuk ukuran kolam terpal dengan 1000 ekor lele dapat menggunakan kolam dengan dimensi 2 x 1 x 1 meter. Yang mesti anda perhatikan jika baru membeli bibit adalah proses klimatisasi, yaitu penyesuaian diri dengan air kolam, jadi jangan langsung memasukan bibit kedalam kolam begitu saja. Caranya adalah dengan mengambil air hijau pada kolam lalu isikan pada ember, lalu masukan bibit ikan kedalam ember dan biarkan selama 30 menit agar bibit bisa beradaptasi baru pindahkan ke kolam.

Setelah lele berumur 20 hari, lakukan penyortiran ukuran pada ikan lele. penyortiran dapat dilakukan dengan menggukan bak sortir berukuran 9-12 cm. Tujuannya adalah agar lele yang lebih kecil tidak sulit dalam mendapat pakan karena kalang bersaing dengan lele yang lebih besar.

Oleh karena itu, sejak awal kita harus mempersiapkan 2 buah kolam ukuran 2 m x 1 m x 1 m. Ada alasan mengapa kita tidak membutuhkan kolam yang lebih besar. Pertama, untuk menghemat tempat. Kedua, untuk membatasi pergerakan ikan lele agar dapat tumbuh menjadi lebih besar, jika terlalu banyak bergerak maka lele akan kurus.

Perawatan Lele Dalam Kolam Terpal

Menjaga Kualitas Air

Air pada kolam dapat berkurang karena proses pengupan, untuk mengatasinya cukup dengan menambahkan air hingga ke lever normal. Ketinggian air pada kolam dapat menyesuaikan dengan usia ikan lele pada kolam yaitu, 20 cm pada bulan pertama, 30 di bulan kedua dan 40 cm pada bulan ketiga. Pastikan air yang digunakan, warna air yang terbaik bagi ikan lele adalah yang berwarna hijau. Ikan lele tidak menyukai air bening dan air yang berwarna hijau merupakan kualitas air yang baik bagi ikan lele.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan untuk lele dumbo dilakukan 3-4 kali sehari, yaitu pada pukul 7.oo, 17.00 dam 22.00. Pakan yang diberikan untuk pembesaran adalah pelet 781-1, pelet ini cukup baik digunakan agar lele cepat besar. Dosis pemberian pakan mengikuti berat dari ikan lele tersebut yang berkisar sekitar 5% dari berat badan lele. Pemberian pakan diberikan secukupnya dan tidak berlebihan. Pakan yang berlebihan menyebakan sisa pakan yang tidak dimakan akan mengendap dan menimbulkan amoniak yang bersifat racun bagi ikan.

Sebagai pakan alternatif, ikan yang sudah berumur 2 minggu dapat diberikan jenis pakan alami berupa daun-daunan. Salah satu daun yang berprotein tinggi adalah daun lamtoro dan turi, tapi anda juga dapat memberikan daun pepaya, bayam, kangkung dan daun singkong. Pakan alami dapat menghemat pengeluaran hingga 50% untuk belanja pelet. Pemberian pakan alami ini dapat dilakukan pada siang dan malam hari tanpa takaran tertentu.

Penyebab Kematian Ikan Lele dan Pencegahannya

Amoniak

Amoniak adalah zat racun yang timbul akibat endapan sisa pakan yang tidak termakan. Amoniak membuat tingkat keasaman kolam menjadi meningkat yang membuat lele menjadi agresif dan mudah terkena penyakit. Ciri kolam dengan tingkat keasaman yang tinggi dalat dilihat dari posisi ikan yang lebih sering mengambang dengan posisi berdiri.

Salah satu solusi terbaik guna mencegah terbentuknya amoniak adalah dengan memberi pakan (pelet) secukupnya dan memberi pakan alami berupa dedaunan. Daun juga bisa berfungsi membuat air kolam tetap menajdi hijau, selain itu amoniak tidak dapat terbentuk dari dedaunan. Cara lain adalah dengan memberikan EM-4 (untuk perikanan dan tambak) sebanyak 10 ml/m2 setiap seminggu sekali, ini bertujuan untuk mempercepat penguraian sisa pakan yang mengendap.

Kedalaman Air

Ketinggian air juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup ikan lele. Kolam yang terlalu dangkal akan membuat ikan menjadi mudah kepanasan dan stress. pendangkalan bisa terjadi salahsatunya karena terjadinya proses penguapan air pada kolam. Kondisi ini jika dibiarkan akan membuat ikan menjadi kelelahan dan berujung pada kematian ikan.

Solusi terbaik untuk permasalah ini adalah dengan penambahan air secara berkala. Penambahan tanaman air seperti kangkung air, enceng gondok dll juga dapat dilakukan. Tanaman air ini akan berfungsi sebagai peneduh bagi ikaln lele, disamping itu tanaman air juga mampu menyerap racun yang terdapat pada air kolam.

Klimatisasi

Klimatisasi adalah proses penyesuaian diri terutama bagi bibit yang baru datang. Penyesuaian diri atau adaptasi perlu dilakukan agar bibit ikan lele dapat beradaptasi pada suhu maupun kondisi air kolam nantinya. Bibit ikan akan mati apabila tidak dilakukan penyesuaian suhu antara air yang ada di plastik pembungkus dengan air kolam.

Sebelum dilakukan pemindahan bibit ke kolam, bibit ikan harus dibiarkan beradaptasi dengan kondisi kolam. Caranya, siapkan wadah yang telah diisi dengan air kolam. Kemudian plastik yang berisi bibit ikan direndam di air kolam selama 30 menit untuk penyesuaian suhu, lalu buka penutup plastik dan biarkan air kolam masuk secara perlahan agar bibit dapat menyesuaikan dengan kondisi air kolam dan biarkan bibit keluar dengan sendirinya dari plastik. Setelah semua bibit keluar dari plastik, barulah bibit bisa dimasukan sepenuhnya kedalam kolam.

Tingkat Kejernihan Air

Sifat alami ikan lele tidak menyukai air yang jernih. Ikan lele tidak membutuhkan penglihatan yang baik karena ia mencari makan di malam hari. Ikan lele mengandalkan sensor pada kumisnya untuk membantu dalam melihat kondisi di sekitarnya. Selain itu, ikan lele menggunakan sistem pernapasan labirin yangmembuat ikan lele tidak bergantung pada oksigen yang terlarut di air. Jadi, pada kondisi minim oksigen pun ikan lele tetap dapat bertahan hidup seperti pada air berlumpur.

Air yang jernih justru dapat menyebabkan kematian pada bibit ikan lele. Meski tidak menyukai air yang jernih, bukan berarti kita dapat memasukan air secara sembarang kedalam kolam. Bisa saja air yang kita masukan mengandung bakteri dan parasit yang dapat menimbulkan penyakit. Ar yang disukai lele adalah air yang berwarna hijau, ini bisa didapat dengan cara memberikan daun-daunan agar air berwarna hijau.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit juga tidak bisa dianggap remeh karena kedua hal ini sangat mempengaruhi volume produksi. Hama biasanya berupa hewan yaitu linsang, burung pemakan ikan, kucing, dll. Untuk pencegahannya dapat menggunakan semacam penghalang seperti kawat agar tidak ada hewan liar yang masuk ke kolam dan memakan bibit lele.

Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang banyak tersedia di toko, atau dengan menggunakan tanaman herbal. Daun sirih diketahui berdaya antioksidasi, antiseptik, bakterisida, dan fungisida. Tanaman sambiloto bersifat anti bakteri, sedangkan daun jambu biji selain bersifat anti bakteri juga bersifat anti viral.

Panen Ikan Lele

Lele bisa dipanen setelah memiliki bobot dan umur tertentu, umumnya dalam waktu 2,5-3,5 bulan. Panen dapat dilakukan dengan disortir berdasarkan ukuran ikan lele. Untuk pasar lokal, ukuran lele yang siap konsumsi adalah 9-12 ekor dalam 1 Kg. sedangkan standar ikan lele eksport, bobot yang diperlukan setidaknya 500gram per ekor. ikan yang sudah mencapai ukuran panen bisa langsung dipasarkan, sedangkan yang tidak masuk dalam ukuran bisa di besarkan lagi.

Incoming search terms:

  • panen lele kolam terpal