Ikan Discus bukanlah nama yang asing bagi para pecinta ikan hias di Indonesia. Discus merupakan jenis ikan air tawar yang cukup populer dikalangan para pehobi ikan hias air tawar. Discus dapat dikenali dengan bentuk tubuh yang ramping dan pipih serta memiliki corak garis yang unik. Discus termasuk jenis ikan hias yang tenang tidak agresif dengan pergerakan yang lambat. Meski tergolong ikan hias yang sangat populer, namun ikan ini bukanlah spesies asli Indonesia. Ikan Discus pertama kali ditemukan pada perairan sungai Amazon di Amerika Selatan. Negara seperti Peru, Kolombia dan Brazil adalah tempat dimana sebaran ikan Discus cukup tinggi. Berbicara tentang

Pada pembahasan kali ini akan sedikit dibahas tentang salah satu penyakit pada ikan louhan. Salah satu penyakit yang kerap menyerang ikan hias air tawar ini adalah serangan jamur. Seperti layaknya jamur pada ikan gurame, pada ikan louhan pun jamur dapat menjadi parasit yang merugikan. Louhan yang terserang jamur perlahan tubuhnya akan lemas dan jika dibiarkan akan berujung pada kematian. Jamur yang menyerang pada ikan Louhan dapat cepat menyebar, untuk itu diperlukan penanganan sedini mungkin. Gejala awal yang dapat anda lihat adalah munculnya bintik-bintik putih pada tubuh lohan. Penyebab munculnya jamur ini pun beragam, diantaranya : Salah satu penyebabnya bisa karena

Apakah anda pernah dengar ikan Sturgeon? Ikan ini termasuk dalam ikan purbakala. Berdasarkan kabar burung, ikan ini sudah ada sejak era jurasik. Di era itu, Dinosaurus merupakan penguasa. Bahkan, sebuah institute didirikan hanya untuk mempelajari bagaimana kehidupan ikan yang satu ini. Tidak main-main, ikan Sturgeon disebut mampu mempunyai telur yang sangat mahal. Seseorang yang mampu mendapatkan telurnya bisa mendulang emas, karena harga telurnya per kilo saja bisa dijual hingga 50 juta rupiah. Telur ikan tersebut dinamai Kapiar, atau Kaviar. Peminat telur ini pun tidak sedikit. Tidak heran jika banyak manusia yang mulai memburu ikan tersebut semakin intensif. Cara apapun dilakukan,

Ikan cupang hias atau dengan nama lain betta sp sempat merajai pasar ikan hias di era 2000-an. Ikan mungil ini seakan menjadi primadona baru dalam dunia ikan hias air tawar. Bagaimana tidak, jenis ikan cupang hias yang beragam dan memiliki gaya yang atraktif, keindahan nya akan semakin terlihat ketika sedang marah dan cupang akan mengembangkan siripnya. Daya tarik lainnya adalah warna yang bermacam-macam sehingga orang tidak bosan melihatnya. Ikan cupang hias juga tentu memiliki beragam jenis dengan berbagai keunggulan masing-masing. Perbedaan jenis ini biasanya didasari pada bentuk sirip maupun corak warna yang dimilikinya. Nah, untuk mengenal beberapa jenis cupang yang

ikan cupang terbagi kedalam 2 kategori, yaitu ikan cupang aduan dan ikan cupang hias. Ikan mungil ini sering dijadikan ikan hias karena warnanya yang canting serta bentuk siripnya yang panjang terjuntai. Sirip yang sering kali berlenggak-lenggok ketika berenang terutama pada sirip dada, ekor dan punggung. Untuk mendapatkan kualitas warna dan bentuk cupang yang indah, tentu membutuhkan perawatan dan waktu yang tidak sebentar. Sirip ekor ikan cupang memiliki ukuran yang cukup panjang serta rawan akan kerusakan. Penyebab kerusakan ekor ini cukup beragam seperti pertarungan sesama cupang, tergores tangan saat pembersihan atau pemindahan, atau bisa karena ikan cupang memakan siripnya sendiri karena